Soal Warga NTT  Positif Covid-19, PMKRI: Jangan Panik, Tetap Waspada

 537 total views,  1 views today

Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang, Adrianus Oswin Goleng/Foto: doc. PMKRI

 

Kupang, Gontt.com–  Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius mengajak warga Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) agar jangan panik dan tetap waspada.

Hal ini disampaikan Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang Periode 2019/2020, Adrianus Oswin Goleng di Margajuang63 , Kelurahan Naikoten, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Jumad (10/04/2020) pagi.

Adrianus mengatakan, hari ini warga NTT tampak panik usai Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan perkembangan terkini terkait pandemi Covid-19, Kamis (9/4/2020).Di antaranya tambahan satu kasus positif warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diketahui berada di Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.

Diberitakan sebelumnya,  mahasiswa asal Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial A (25 tahun) yang diisolasi Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Buru ke RSUD Lala, dinyatakan  positif melalui hasil Rapid Test. Pasien menunjukan positif terinfeksi Covid- 19. Sementara 11 rekannya yang mengajak korban berlibur ke Buru, masih negatif.

Lanjut Goleng, melihat situasi dan kondisi saat ini dalam upaya bersama melawan wabah covid-19, kami mengajak masyarakat Nusa Tenggara Timur agar tetap tenang dan tidak  cemas yang berlebihan. Cemas  itu hal yang  wajar saja sebagai  respon dari bentuk kegelisahan di tengah kondisi kita hari sedang berjuang melawan pandemi Covid- 19.

“Ini sesuatu yang normal.  Yang perlu dilakukan  adalah harus mampu menahan diri dan mengendalikan emosional dan diminta agar tidak cemas berlebihan karena bisa berakibat  fatal,” katanya.

Dijelaskan lagi,  kabar terkini melalui pengumuman resmi satuan tugas BNPB, bahwa satu pasien  dinyatakan positif.  Ini suatu kenyataan  yang harus diterima  sekaligus menjadi cambuk agar kita lebih serius dengan terus berwaspada dalam menghadapi ancaman Covid- 19.

Untuk itu, upaya meredam kekhawatiran publik, pemerintah  tidak  hanya   sebatas  ‘mimbar’ di media sosial. Namun, sudah saatnya pemerintah harus “turun gunung”.

Pemerintah harus mengakomodir segala seruan dan masukan dari masyarakat , salah satu yang  didengungkan selama ini adalah pengawasan lintas masuk darat, udara, dan laut. 

Pasalnya, WNA asal Cina lolos ke NTT. Lalu, kasus KM. Lambelu  tiga orang diduga  positif corona setelah diagnosa melalui  pemeriksaan darah dan sekarang  masih menunggu uji lanjut polymerase chain reaction,” terangnya.

Pemerintah didesak untuk perketat pengawasan dengan pembatasan jalur keluar masuk baik darat,  udara, dan laut terkecuali logistik dan yang berkepentingan langsung seperti satgas dan paramedis. Hal ini bertujuan  untuk menghambat penyebaran virus dari yang mudik dan ke luar daerah. Inilah langkah antisipatif agar mencegah lebih baik dari pada mengobati,” ujar Goleng.

Selain itu, kami mendesak pemerintah provinsi, kabupaten/kota di NTT agar segera merealisasikan  sumbangan dan  tunjangan kepada masyarakat yang berprofesi sebagai buruh, petani, dan pekerja swasta.

Stay at home, work from home tidak memungkinkan bagi mereka terkecuali PNS dan para elit. Sederhana saja, apakah tukang ojek, pedagang, petani, tukang parkir, tukang mebel semuanya bisa kerja dari rumah? Ini tentu tidak mungkin,” tuturnya.

“Mereka berkerja untuk cari makan,
demi kelangsungan hidup. Nah, sekarang pemerintah minta  tinggal di rumah, kerja di rumah (?) lantas makan minum dari mana? Kami minta pemerintah juga serius memerhatikan ini,” tambahnya.

“Sekali lagi kami mengajak masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk tetap tenang, tetap waspada dan ikuti segala tata protokol yang ada untuk keselamatan kita bersama.  Dengan melindungi diri kita, sama hal kita sedang melindungi orang lain,” harap Adrianus.

Penulis: Emanuel Boli