GPS Usul Pemda Sikka Bangun Tempat Karantina Terpusat di Setiap Desa

 638 total views,  2 views today

Sikka, GoNTT.com- Merebaknya penyebaran Covid-19 ke seluruh pelosok negeri, pemerintah dan semua elemen masyarakat perlu melakukan langkah-langkah preventif agar terhindar dari wabah ini.

Di Kabupaten Sikka, NTT, arus penumpang via jalur udara kian tak terbendung lagi serta disarankan untuk melakukan karantina mandiri. Hal ini membuat aktivis Gerakan Peduli Sikka tidak tinggal diam.

Kepada media ini, Yos Laka Gerungan, S. KM mengusulkan agar tempat karantina pusat disiapkan di masing-masing desa dengan menggunakan anggaran desa (20% dari dana desa tersebut),” katanya, Selasa (21/4).

Dunia pada umumnya dan Indonesia serta NTT hari ini diperhadapkan dengan situasi sulit sehingga fokus terpusat pada Pandemi Covid-19. Berbagai upaya sudah dirancang dan dilakukan untuk menghadapi kasus ini,” katanya.

Menurut Laka Gerungan, Pemerintah Kabupaten Sikka sudah berjuang maksimal untuk menuntaskan masalah ini. Di antaranya dengan pembatasan kegiatan jam malam maupun penyediaan tempat karantina terpusat.

Namun, aktivis Gerakan Peduli Sikka itu menegaskan bahwa masih ada beberapa hal yang mesti diperhatikan secara serius oleh pemerintah daerah yakni arus penumpang via jalur udara.

Arus penumpang via jalur udara kian tak terbendung setiap hari namun mengapa mereka hanya disarankan untuk dilakukan karantina secara mandiri?,” ungkapnya.

Yos melanjutkan, karantina mandiri itu tidak menjamin Si individu tetap patuh berada di rumah atau individu membatasi interaksi dengan keluarga maupun orang sekitar. Selain itu, Justru karantina mandiri ini akan menambah masalah baru karena pasti akan ada gejolak dan tentunya penolakan di tengah masyarakat.

Demi menghadapi hal ini, Gerakan Peduli Sikka memberi usul agar tempat karantina terpusat juga dibangun di setiap desa dengan menggunakan alokasi anggaran Covid- 19 di desa serta memanfaatkan tenaga relawan Covid-19 di desa untuk melakukan proses pengawasan.

Dijelaskan lagi, jika arus lalu lintas udara tetap dibuka, maka wajib hukumnya melakukan rapid test bagi para penumpang.

Senada dengan Laka Gerungan, Emon Sadipun mengatakan, Pemerintahan Kabupaten Sikka harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar bisa mendatangkan alat pemeriksaan Swab di Sikka mengingat RSUD Sikka sebagai rumah sakit rujukan Covid- 19.

Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Undana Kupang itu mengusulkan agar perlu pelatihan untuk relawan Satgas Covid-19 di desa-desa atau kelurahan yang melakukan penjagaan di batas Desa/kampung/lorong yang belum mempertimbangkan aspek kesehatan bagi mereka sendiri seperti tidak menggunakan APD saat bertugas,” tandasnya.

Penulis: E. Sadipun
Editor: Emanuel Boli