Forum Pemuda NTT Desak Pemprov Adakan Lab Uji Specimen Covid- 19

 371 total views,  1 views today

Kupang, GoNTT.com Forum Pemuda (FP – NTT) mendesak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk segera adakan laboratorium (lab) uji Covid-19 di NTT.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Forum Pemuda NTT, Agustinus Budi Utomo Gilo Roma kepada wartawan gontt.com, melalui pesan whatsApp dan telepon selulernya, Minggu (12/04/2020) pagi.

Agustinus mengatakan, salah satu skala prioritas yang menjadi kebutuhan penting  dan segera dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT adalah mempercepat pengadaan  laboratorium uji Covid- 19 untuk mempercepat deteksi dini dan diagnosa status pasien yang terpapar Covid-19.

“Laboratorium pengujian spesimen tes swab agar lebih cepat  ada di NTT demi menahan laju peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19. Itu, termasuk untuk pasien dalam pengawasan dan orang dalam pemantauan (PDP dan ODP),” katanya.

Bedi Roma demikian sapaan Agustinus menegaskan, lancar  atau tidak,  maksimal atau tidaknya tentu saja bergantung dengan hasil test dan modeling rasio korban Covid-19.

Sebab, jika  penanganan berbasis menunggu hasil laboratorium dari Jakarta, memiliki resiko pada penyebaran wabah Covid- 19,” ungkapnya.

Selanjutnya, Pemprov NTT  juga memetakan cluster riwayat perjalanan yang terpapar sebaik mungkin. Sehingga, mencegah meluasnya wabah Covid-19.

“Kita lawan wabah Covid-19 itu  tidak seperti melawan pencuri. Senjata kita melawan Corona adalah laboratorium. Itu yang utama untuk memastikan status pasien.Tanpa laboratorium Covid-19 di NTT, hasil tes kita lama sedangkan Virus Corona ini penyebarannya cepat,” tutur Mantan Ketua PMKRI Kupang itu.

Penyebaran tidak sebanding dengan alat lab. Itu yang penting. Kita sudah beberapa kali memberikan masukan lewat  berita-berita sebelumnya ” tambahnya.

Selain itu,  lanjut Bedi, Forum Pemuda NTT meminta masyarakat agar  tidak boleh mem- bully korban atau kelurga korban yang terpapar Corona lewat media sosial,” imbuhnya..

Dijelaskan lagi,  menurut Bedi, mem-bully korban sama halnya kita mengajak Virus Corona untuk berdamai. Kalau terus mem- bully, nanti banyak yang terpapar akan takut membuka diri. Dan, justru itu membahayakan,” terangnya.

Pria asal Kabupaten Lembata itu menyatakan, kita dalam situasi perang melawan musuh yang tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu,  laboratorium jadi senjata andalan mendeteksi Virus Corona,” tutupnya.

Penulis: Emanuel Boli